Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025
  NEUROSAINS DAN PRAKTIK KONSELING: MENYATUKAN ILMU OTAK DENGAN PENDEKATAN KEMANUSIAAN                               Oleh: Abdul Rifai Lawani,S.Pd – Guru Bimbingan dan Konseling Pendahuluan Dunia konseling saat ini tidak lagi hanya mengandalkan teori psikologi klasik atau pendekatan humanistik semata. Dalam dekade terakhir, neurosains – ilmu yang mempelajari sistem saraf dan otak – telah memberikan kontribusi besar terhadap pemahaman kita mengenai perilaku, emosi, dan pembelajaran. Bagi Guru Bimbingan dan Konseling, pemahaman tentang bagaimana otak bekerja sangat penting untuk meningkatkan efektivitas intervensi dan pendampingan terhadap klien, khususnya di lingkungan sekolah. Apa Itu Neurosains dan Mengapa Relevan dalam Konseling? Neurosains adalah cabang ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi sistem saraf, terutama otak. Dalam praktik konseling, hal ini menjadi relevan karena: - Otak adal...

Dasar-dasar membuat blog

Dasar-Dasar Membuat Blog untuk Pemula Membuat blog adalah salah satu cara terbaik untuk mengekspresikan diri, berbagi pengetahuan, membangun portofolio, atau bahkan menghasilkan uang. Bagi pemula, memulai sebuah blog bisa terasa rumit. Tapi tenang saja! Dalam artikel ini, kita akan membahas dasar-dasar membuat blog dengan langkah-langkah sederhana dan mudah diikuti. 1. Tentukan Tujuan Blog Sebelum mulai membuat blog, tanyakan pada diri sendiri: Apa tujuan saya membuat blog? Siapa target pembaca saya? Apa topik utama yang akan saya bahas? Menentukan tujuan akan memudahkan kamu dalam memilih nama, desain, dan jenis konten yang akan dipublikasikan. 2. Pilih Platform Blogging Ada banyak platform blogging yang bisa digunakan, seperti: Blogger (gratis dan mudah digunakan) WordPress.com (fitur lengkap untuk pemula) WordPress.org (self-hosted, lebih fleksibel tapi memerlukan hosting) Medium (sederhana dan fokus pada konten) Untuk pemula, Blogger atau Word...
Bapak/Ibu Guru, coba cek dokumen rujukan berikut. https://guru.kemendikdasmen.go.id/dokumen/Y7G6AAa6Wq

Dari Bystander Menjadi Penjaga: Inovasi BK dalam Membangun Sekolah Tanpa Perundungan

  Dari Bystander Menjadi Penjaga: Inovasi BK dalam Membangun Sekolah Tanpa Perundungan Oleh: Abdul Rifai Lawani,S.Pd Guru BK SMP Negeri 2 Lamala   Pendahuluan: Sekolah yang Aman adalah Hak Setiap Anak Bayangkan seorang siswa yang setiap pagi melangkah ke sekolah bukan dengan semangat belajar, melainkan dengan beban ketakutan akan ejekan, celaan, atau pengucilan dari teman-temannya. Bagi sebagian siswa, ruang kelas bisa terasa lebih mencekam daripada ruang ujian. Di balik senyum yang dipaksakan dan tawa yang ditahan, tersembunyi luka yang tak terlihat. Di SMP Negeri 2 Lamala, kami menyadari bahwa perundungan bukan sekadar pelanggaran tata tertib, melainkan sebuah ancaman psikososial yang merusak harga diri dan menghambat tumbuh kembang siswa. Ketika beberapa kasus perundungan verbal mencuat — sebagian besar tidak dilaporkan secara resmi karena korban takut — saya sebagai Guru Bimbingan dan Konseling merasa terpanggil untuk bertindak. Melalui program “AGEN PERUBAHAN”...